Pabuaran (KEMENAG)
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Cirebon menghadirkan layanan donor darah, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan, Jumat (23/1/2026). Bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, kegiatan ini melibatkan guru dan peserta didik yang telah memenuhi persyaratan medis sebagai pendonor.
Donor darah ini berlangsung di Auditorium MAN 4 Cirebon mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB. Sejak pagi, peserta terlihat antusias mengikuti seluruh tahapan layanan kesehatan yang disiapkan oleh petugas PMI, mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan kelayakan donor.
Petugas PMI melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh, meliputi pendataan identitas, pengecekan berat badan, golongan darah, tekanan darah, suhu tubuh, serta kadar hemoglobin (Hb). Prosedur ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pendonor maupun penerima darah.
Salah satu petugas PMI Kabupaten Cirebon, Ikhsan, menjelaskan bahwa donor darah memiliki standar medis yang harus dipenuhi.
“Pendonor harus berusia 17–65 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, suhu tubuh normal, serta kadar hemoglobin antara 12,5 hingga 17 g/dl,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar peserta dinyatakan layak mendonorkan darah. Setiap pendonor menyumbangkan sebanyak 360 mililiter darah yang selanjutnya akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui PMI Kabupaten Cirebon.
Partisipasi aktif juga datang dari kalangan peserta didik. Ira Tamara, siswi kelas XII-C, mengaku baru pertama kali mengikuti donor darah setelah genap berusia 17 tahun.
“Saya senang bisa ikut donor darah. Ini cara sederhana untuk membantu orang lain,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan M. Danny Saputra, siswa kelas XII-A. Menurutnya, donor darah memberikan manfaat ganda.
“Selain membantu sesama, kita juga bisa mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri,” katanya.
Pembina Palang Merah Remaja (PMR) MAN 4 Cirebon, Yuli Mayasari, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan agenda rutin madrasah yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Program ini dilakukan untuk memupuk karakter kepedulian sosial bagi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kesehatan, tetapi juga dilatih untuk peka dan peduli terhadap kebutuhan kemanusiaan di sekitarnya,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, kegiatan donor darah berjalan aman, tertib, dan lancar. Selain menjadi sarana berbagi, layanan donor darah di MAN 4 Cirebon juga berfungsi sebagai media edukasi kesehatan serta penguatan nilai solidaritas di lingkungan madrasah.
Kontributor : Ahmad Jafar, Eky